Minggu, 03 Januari 2021

Studi Literatur Luar Negeri 1 : Hutan Bambu Sagano Bamboo Forest Jepang

Bagaimana hutan bambu di luar negeri?
Sagano Bamboo Forest menjadi salah satu bukti yang menunjukkan bahwa hutan bambu selalu saja menjadi magnet yang memiliki daya tarik tersendiri.

Dengan dikelola secara serius memberikan suatu lingkungan yang sangat diminati banyak orang untuk datang kesana. Begitupun Taman Pesona Awi Ampel Pasirtanjung berharap demikian. Menjadi magnet bagi sebanyak-banyak orang untuk terpikat datang.

Meskipun saat ini masih dikelola alakadarnya, kami berkomitmen untuk terus menyempurnakan dan melengkapi wahana yang ada beserta kelengkapan fasilitas. Tak hanya itu budaya layanan pun akan dibuat senyaman mungkin sehingga pengunjung benar-benar merasa puas terlayani dengan sepenuh hati dan santun.

Sagano Bamboo Forest menjadi salah satu literatur Mang Ayo dalam pengembangan Taman Pesona Awi Ampel Pasirtanjung. Berkat penguasaannya dalam membuat masterplan (perancangan kawasan) ditambah pengalamannya membidani perumahan dan diperkuat pengalamannya mengelola/memenej sebuah Pasar Tradisional menjadikan pengembangan Taman Pesona Awi Ampel Pasirtanjung memiliki dasar yang cukup.


Sagano Bamboo Forest (aworldtourism.com)


Sejuk, hijau dan merdu, itulah kira-kira apa yang Anda lihat dan rasakan saat berlibur ke Sagano Bamboo Forest di Jepang. Secara panjang lebar travel.detik.com menceritakan lebih lengkap sebagaimana berikut ini!

Saat angin berhembus, deret bambu di hutan ini kerap mengeluarkan suara seperti siulan. Indah!

Keindahan pemandangan dan suara yang tercipta di Hutan Bambu Sagano membuat kawasan ini menjadi salah satu objek wisata tercantik di Jepang. Hutan ini menjadi tempat yang cocok untuk jalan-jalan santai atau bersepeda. Anda pun bisa menyewa sepeda di sini.

Hutan yang terletak di barat laut Kyoto Basin, Jepang ini bisa dicapai dengan menggunakan kereta dari Kyoto. Dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dengan kereta, Anda pun bisa menjelajah hutan seluas 16 km2 ini. Saat paling tepat melancong ke sini adalah saat angin sedang berhembus bersahabat.

Tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lemah, hembusan angin yang bersahabat ini akan menciptakan musik alam yang syahdu. Gemerisik dedaunan yang bergesekan dengan batang, ditambah dengan siulan angin yang datang dari sela batang akan membuai Anda. Sungguh menentramkan hati.

Rute trekking yang tersedia cukup besar dan bagus. Jalan yang terbuat dari aspal ini hampir selalu bersih karena hampir tidak pernah ada wisatawan yang membuang sampah sembarangan. Satu-satunya sampah yang ada di sini adalah daun yang gugur.

Bersepeda adalah kegiatan yang paling asyik dilakukan saat pagi atau sore hari. Cuaca masih terbilang teduh dan ada cahaya matahari yang menemani Anda. Sedangkan saat siang, jalan-jalan santai di sepanjang hutan menjadi alternatif kegiatan banyak wisatawan.

Oh iya, jangan lupa untuk menonton tarian alam yang tak kalah indah dari nyanyiannya. Saat angin menghembus ke dalam hutan, ujung bambu akan bergoyang ke kiri dan kanan atau depan dan belakang. Bayangkan puluhan bahkan ratusan pohon bambu bergerak bersamaan dan berirama. Sungguh pertunjukan alam yang memesona!

Studi Literatur Luar Negeri 1 : Hutan Bambu Sagano Bamboo Forest Jepang

Bagaimana hutan bambu di luar negeri? Sagano Bamboo Forest menjadi salah satu bukti yang menunjukkan bahwa hutan bambu selalu saja menjadi m...